Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan Program TPAKD TW III

Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah.

4 bulan yang lalu Dilihat : 4 Kali
Share:
Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan  Kegiatan Program TPAKD TW III

TPAKD Samarinda Dorong Penguatan Kredit Bertuah dan Program KEJAR untuk Inklusi Keuangan

Samarinda – Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kota Samarinda terus memperkuat pelaksanaan program inklusi keuangan melalui evaluasi realisasi Kredit Bertuah, Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR), serta Laku Pandai. Hal tersebut dibahas dalam rapat koordinasi TPAKD yang juga mengulas berbagai kendala teknis di lapangan dan strategi penguatan ke depan.

Dalam laporan Kredit Bertuah, tercatat sebanyak 267 debitur mikro telah menerima pembiayaan dengan total penyaluran mencapai Rp12,6 miliar. Meski demikian, rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) masih berada di angka 4,63 persen. Untuk menekan angka tersebut, bank penyalur diminta meningkatkan verifikasi dan monitoring lapangan secara berkala.

Sementara itu, pada Program KEJAR (Satu Rekening Satu Pelajar), disampaikan bahwa masih terdapat sejumlah kendala, di antaranya tidak tersedianya data sekolah tingkat menengah atas (SMA) dari koordinasi di tingkat sekolah. Bank peserta juga belum melaporkan secara lengkap jumlah rekening pelajar hasil sosialisasi. Hingga saat ini, tercatat pembukaan rekening pelajar oleh Bank Kaltimtara sebanyak 39.844 rekening, BCA 252 rekening, dan Bank Samarinda 503 rekening dari total 751 siswa yang berhasil membuka rekening baru. Secara keseluruhan, Bank BSI telah membuka 540 rekening baru.

TPAKD Kota Samarinda juga mencatat bahwa Kota Samarinda masuk sebagai finalis ajang KEJAR Award. Target ke depan adalah meningkatkan capaian agar dapat meraih predikat juara. Untuk itu, diperlukan dukungan data rutin setiap satu hingga dua bulan, penguatan koordinasi lintas sekolah melalui surat Sekretaris Daerah, serta pemetaan wilayah kerja perbankan guna mencegah terjadinya miskomunikasi di lapangan.

Pada rencana tindak lanjut, TPAKD menekankan pentingnya validasi data sekolah oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, baik sekolah negeri maupun swasta yang memiliki siswa. Sosialisasi KEJAR juga akan dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan OJK, Dinas Pendidikan, Kemenag, serta perbankan. Salah satu gagasan yang mengemuka adalah pengembangan dashboard digital KEJAR yang terintegrasi, sehingga seluruh pihak dapat memantau perkembangan pembukaan rekening secara real time.

Selain itu, kolaborasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) turut diperkuat dengan melibatkan Dinas Sosial, DPMKS, KUBE, Disporapar, Dinas Perdagangan, dan OPD terkait lainnya. Upaya ini diharapkan mampu mendorong transaksi non-tunai serta meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Sebagai penutup, seluruh bank diminta aktif melaporkan perkembangan program melalui WAG TPAKD. Setiap kegiatan sosialisasi juga diwajibkan untuk ditembuskan ke Dinas Pendidikan. Rapat ditutup dengan komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung penguatan inklusi keuangan di Kota Samarinda secara berkelanjutan.

TINGGALKAN KOMENTAR